Wisata Kereta jadi Ikon di Sumbar

JAKARTA, SENIN-Masyarakat Peduli Kereta Api Sumbar (MPKAS) berharap pemerintah provinsi Sumbar segera merealisasikan kereta api wisata, karena dari pameran foto dan penyebaran brosur dan poster di Amerika Serikat dan Perancis, sudah banyak biro perjalanan dan turis yang mengagendakan berkunjung ke Ranah Minangkabau, daerah yang keindahan alamnya sudah dikenal luas di dunia.

Bahkan, untuk mendukung itu, PT INKA menambah lima gerbong baru senilai Rp15 miliar. Sekretaris Jenderal MPKAS Nofrins Napilus, Senin (21/4) di Jakarta mengatakan, Sumbar memiliki aset kereta api yang tidak dimiliki daerah lain, yang nilainya ditriliunan rupiah, seperti belasan lokomotif, puluhan gerbong dan lebih 200 km panjang rel dan prasarana lainnya dengan 1.000 karyawan. “Bahkan, ada gerbong kepresidenan yang bernilai sejarah. Uniknya, ada rel kereta api bergigi, yang di dunia hanya ada di Sumbar, Ambarawa, dan Swiss,” katanya.

Nofrins mengemukakan itu setelah selesai pameran foto pariwisata Sumbar di Washington, Amerika Serikat dan Paris, Perancis, yang sangat direspons wisatawan dan biro perjalanan di kedua negara tersebut. Di Amerika Serikat, wisatawan datang ke Sumbar melalui program Pulang Basamo Sedunia 2008. Mereka sudah cetak sedikitnya 10.000 buah brosur dan poster yang disebar ke banyak negara, di mana salah satu agendanya adalah naik kereta api wisata. Menurut Sekjen MPKAS ini, Pemerintah Provinsi Sumbar segera memanfaatkan momentum ini untuk melakukan perbaikan-perbaikan internal, terutama fasilitas publik.

Dirjen Perkeretaapian sangat mendukung, bahkan ketika dikonfirmasi MPKAS, disebutkan Sumbar akan dapat bantuan 5 gerbong baru produksi PT INKA senilai total Rp15 miliar. Wisata dengan kereta api diminati karena Sumbar memiliki keindahan alam dan kekayaan budaya yang luar biasa, tidak hanya untuk skala Indonesia, tetapi juga dunia. Bentangan rel kereta api melalui obyek-obyek wisata utama di Sumbar. Membelah kehijauan alam hutan hujan tropis Lembah Anai dan menyisir pinggiran Danau Singkarak sepanjang 19 km.

Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi, dihubungi secara terpisah di Padang, mengatakan, berterima kasih atas upaya MPKAS yang peduli untuk memajukan pariwisata di Sumbar. Ujicoba sudah dilakukan jalur kereta api wisata Padang-Padangpanjang, Desember 2006 lalu. ” Pemerintah Provinsi Sumbar mendukung revitalisasi kereta api menjadi kereta api wisata. Tujuh bupati/wali kota mendukung hal ini, bahkan untuk kereta api Wisata Padang-Pariaman sudah jalan, meski disubsidi Pemerintah Provinsi Sumbar. Sedangkan untuk sampai ke Kota Sawahlunto, sedang dalam proses perbaikan bantalan rel dan jembatan demi keamanan dan kenyamanan, ” katanya.

Gamawan optimistis, kereta api wisata di Sumbar ke depan akan sangat menjanjikan, karena ada kerinduan dengan nuansa masa lalu. Di samping itu, keeksotisan naik kereta api menikmati pemandangan alam yang indah dengan sudut yang lain jauh beda dari perjalanan dengan bus atau kendaraan pribadi. Sensasinya luar biasa. Dewan Pertimbangan Kadin Sumbar Basril Djabar mengatakan, aset kereta api merupakan aset raksasa untuk industri pariwisata Sumbar.

Apalagi kalau potensi lokomotif uap bisa dihidupkan kembali, diyakini wisatawan mancanegara dan nusantara akan lebih tertarik menjelajahi keindahan alam Ranah Minangkabau, Sumatera Barat, dengan naik kereta api wisata. ” Untuk kepentingan investor, kereta api juga penting untuk mengangkut produksi hingga ke Pelabuhan Telukbayur, Kota Padang. Jauh lebih effisien dibandingkan angkutan truk. Kini juga tengah dicari investor untuk membangun jalan kereta api dari Padang ke Solok untuk mempersingkat jarak,” jelasnya.(NAL)

Sumber : Kompas

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × five =