Wamenhub Tinjau Jalur Kereta Api Bandara Padang

Padang, (Antara) – Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono meninjau kesiapan jalur Railbus yang menghubungkan Stasiun Padang, Kota Padang, dengan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2015.

wamenhub

“Saat ini kita sedang percepatan pembangunan kereta api bandara ke BIM, kita sudah mengalokasikan dana untuk pekerjaan konstruksi tahun ini (Rp70 miliar),” kata Wamenhub Bambang saat melakukan kunjungan di Padang, Rabu.

Proyek yang ditaksir menghabiskan total dana sebesar Rp126 miliar dari APBN itu masih terhambat terkait pembebasan lahan untuk dibangun jalur kereta sepanjang 4,2 kilometer dari Stasiun Duku, Kabupaten Padang Pariaman, menuju BIM dari total jalur kereta sepanjang 25 kilometer.

Menurut dia masih ada proses pembebasan lahan, kita harapkan pembebasan lahan bisa tuntas tahun ini sehingga tahun depan kereta api bandara menuju BIM sudah bisa dioperasikan.

Lewat kedatangan Wamenhub ini juga diharapkan dapat mendorong pembebasan lahan yang lebih cepat lewat koordinasi Gubernur Sumatera Barat dengan Bupati Padang Pariaman. Pembebasan lahan itu menggunakan dana dari APBD Provinsi Sumatera Barat.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Hanggoro Budi Wiryawan mengatakan pembebasan lahan tersebuh diharapkan rampung pada Juli tahun 2014.

“Kita harapkan pembebasan tanah sudah rampung paling lambat Juli, sehingga Desember sudah selesai pembangunannya,” kata Hanggoro.

Sementara itu kereta api bandara yang akan digunakan justru sudah siap. Kereta api tersebut didominasi warna putih yang dihiasi dengan salah satu ukiran tradisional khas Minangkabau yang bermotif daun pakis di sepanjang kedua sisi kereta.

Dalam tinjauannya tersebut, Wamenhub Bambang yang didampingi Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis serta rombongan sempat mencoba kereta api tersebut dari Stasiun Padang sampai Stasiun Duku.

Hanggoro menjelaskan kereta api yang dapat menampung sekitar 100 penumpang itu akan menempuh waktu 30 menit dari Kota Padang ke BIM, jauh lebih cepat ketimbang menggunakan bus atau mobil.

“Bertahap dulu nanti kecepatan ditingkatkan,” ujarnya yang juga mengatakan rencana tambahan rangkaian kereta dari Medan, Sumatera Utara sebanyak empat unit. (*/sun)
Wassalam

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × one =