Semua Jalur KA Wisata Diaktifkan

Padang, Rencana pengembangan kereta api (KA) makin serius. Pemprov Sumbar akan mengaktifkan kembali beberapa jalur kereta api sebagai jalur wisata mulai 8 April 2007 mendatang. Pada tahap awal kabupaten dan kota yang akan dilalui jalur wisata ini yakni Padang, Padangpariaman, Padangpanjang, Tanahdatar, Sawahlunto Sijunjung dan Solok.

Aset PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) yang bernilai triliunan rupiah tersebut yang rencananya akan ditutup dari daerah operasi Sumbar. Tapi, mendapat angin kembali setelah Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatera Barat (MPKAS) menyadari beberapa fakta kondisi kereta api Sumbar memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kereta wisata.

Dukungan pengembangan kereta wisata Sumbar, bukan hanya mendapat perhatian dari Pemprov dan MPKAS, pihak PT Kereta Api (Persero) pusat pun siap melakukan pembenahan-pembenahan di jalur yang akan dilewati. Bahkan sebanyak 2.000 bantalan di jalur kereta api yang dilewati akan diperbaiki meskipun menghabiskan biaya miliaran rupiah. Bahkan PT KAI akan menambah 3-4 gerbong lagi untuk menambah kapasitas penumpang. Saat ini, jumlah lokomotif yang ada di PT Kereta Api Divre II Sumbar sebanyak 19 lokomotif yang memiliki gerbong penumpang dengan kapasitas sebanyak 591 penumpang.

”Adanya usulan dari MPKAS ini untuk menghidupkan kereta api merupakan peluang yang harus kita ambil.

Ini kesempatan pada Sumbar bahwa kita memiliki keunikan dari segi kereta api dengan jalur kereta wisata. Untuk tahap awal kita akan mengaktifkan jalur-jalur kereta yang memang memiliki potensi untuk dikembangkan. Terhitung 8 April 2007 mendatang kita melakukan uji coba perjalanan perdana,” kata Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi kepada wartawan usai mengadakan pertemuan dengan MPKAS, PT Kereta Api (Persero) pusat dan Divre II Sumbar di gubernuran, Jumat (29/12).

Saat ini Pemprov, katanya, akan menyiapkan Surat Keputusan (SK) perihal diaktifkan kembali beberapa jalur kereta api yang akan dilewati ini. Tanggal 15 Januari 2007 mendatang akan diadakan pertemuan dengan Pemkab kabupaten/kota yang daerahnya dilewati jalur kereta wisata ini. Pertemuan ini dimaksudkan menyamakan persepsi untuk melakukan pembenahan daerah-daerah yang akan menjadi objek kunjungan wisata.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha PT Kereta Api (Persero) Pusat Julisan Arifin mengatakan pencanangan kereta wisata yang dilakukan tanggal 8 April mendatang merupakan kesempatan besar yang harus dimanfaatkan. Karena dukungan Pemprov terhadap bergairahnya kembali kereta wisata dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

”Tanggal 1 Januari mendatang kami akan mengutus staf teknis untuk berunding dengan divisi regional untuk melihat rencana nyata apa yang akan dibenahi. Kita akan melihat apa-apa yang harus diperbaiki dan mendapat perhatian utama untuk hal ini,” ujar Julison didampingi Kepala Divre II Sumbar Chandra Purnama.

Ditegaskan Julison meskipun terdapat tiga daerah rawan dalam jalur ini, namun hal tersebut tidak menjadi hambatan. Karena hambatan tersebut tergantung bagaimana menangani secara cepat.

Sekjen MPKAS Yulnofrins Napilus, menyatakan MPKAS menyadari beberapa fakta kondisi kereta api Sumbar yang mulai memprihatinlan. Di mana kereta api jalur Sawahlunto-Padang yang telah berhenti beroperasi sejak 2002 seiring dengan menurunnya produksi batu bara di tambang ombilin Sawahlunto. Saat ini jalur kereta api yang masih aktif adalah jalur Bukitputus Indarung ke Teluk Bayur (sekitar 17 km) dan jalur kereta api wisata dari Padang-Padangpariaman (55 km) yang hanya satu kali seminggu. Terlebih lagi munculnya wacana di direksi PT KA pusat untuk menutup aset triliunan rupiah dari daerah operasi Sumbar karena merugi sejak tahun 2002.

”Padahal aset tersebut bernilai triliunan rupiah. Sangat disayangkan kalau kondisi ini justru akan dihentikan operasinya. Makanya, kita mengharapkan dukungan banyak pihak untuk bisa menghidupkan ”mak itam” ini lagi,” tutur pria yang mengawali niatnya mengembangan kereta wisata karena kegemaran memotret.

Ketua II NPKAS, Kurnia Chalik menguraikan dalam perjalanan perdama tanggal 8 April mendatang dengan paket wisata 3 hari yang merupakan pulang basamo Ikatan keluarga Minang Bekasi dan sekitarnya.Paket wisata yang ditawarkan nantinya mulai dari Padang menuju Padangpanjang dan Sawahlunto. Sebelumnya, MPKAS telah melakukan uji coba kereta wista Padang-Padangpanjang pada tanggal 2 Desember lalu yang berlangsung dengan sukses. (afi)

Sumber : Koran padeks

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 − four =