Pertemuan Penting MPKAS dalam Revitalisasi Kereta Api

Alhamdulillah, berkat kepedulian dan dukungan moril semua warga Minangkabau yang tergabung melalui Internet ini dan juga dukungan dari rekan-rekan dari media massa cetak dan visual, MPKAS sbg representasi utk masalah kereta api, pada tahap awal telah berhasil ”menggugah” Pemda Sumbar dan PT KAI agar secara bersama menghidupkan dan mengoperasikan KA Wisata di Sumatera Barat. Sebagai entry point untuk pengaktifan dan optimalisasi aset KA secara keseluruhan di
Sumbar.

Kamis 28 Desember 2006 jam 8.30 – 10.00 pagi, kita dari MPKAS berkesempatan bertemu dengan Direktur Pengembangan Usaha PT KAI, Bpk. DR. Ir. Julison Arifin MSc. di Wisma KA Jl. Juanda I b, Jakarta. Ini adalah pertemuan pertama MPKAS dengan direksi PT KAI. Ternyata PT KAI Pusat sangat antusias dan optimis dengan inisiatif-inisiatif MPKAS ini. Sekaligus berpesan agar MPKAS bisa dilebarkan mencakup kepedulian kereta api bukan hanya di Sumatera Barat saja, tetapi di Pulau Sumatera. Khususnya yang perlu perhatian juga seperti Sumut, Riau dan Bengkulu. Tetapi utk saat ini, kita sampaikan bahwa kita fokus dulu di Sumbar.

Pada hari yang sama di Padang, Gubernur Sumbar mengundang PT KAI Sumbar rapat bersama di Kantor Gubernur sebagai tindak lanjut usulan MPKAS yang disampaikan pada kunjungan bbrp minggu sebelumnya.

Pada Jumat 29 Desember jam 15.00 bertempat di Rumah Dinas Gubernur, diadakan pertemuan yang akhirnya menjadi sangat penting buat Sumatera Barat, khususnya sektor Pariwisata. Yang hadir:

  • Pemda Sumbar : Gubernur (Bpk. Gamawan Fauzi), Ketua Bappeda (Bpk Hedianto), Kadis Perhubungan (Bpk. Aliman Salim), Kadis Pariwisata (Bpk. James Hellyward), Asisten II Gubernur (Bpk. Surya Darma), bbrp staf administrasi.
  • PT KAI: Direktur Pengembangan Usaha (Bpk. Julson Arifin), Dirut PT Railing (Bpk. Masjraul Hidayat), Kepala Divisi Regional II PT KAI Sumbar (Bpk. Candra Purnama), bbrp Kepala Seksi dan staf.
  • MPKAS: Ketua II (Kurnia Chalik), Sekjen (Nofrins), bbrp anggota MPKAS Padang (Ephi Lintau, Hersusatio, Rahman Sitorus, Ayu)
  • Media yg hadir atas undangan MPKAS: TVRI Padang, Wartawan ANTARA, Padang Ekspres, Radio E68.

Hasilnya sungguh LUAR BIASA dan diluar perkiraan banyak orang. Gubernur sore itu langsung mengambil bbrp keputusan dan tanggapan sbb:

  • KA Wisata Sumbar diputuskan menjadi ”sarana wisata unggulan” di Sumbar. Pak SBY dan Pak JK sudah mendukung hal ini dan berjanji akan membantu. Ini terkait juga dengan dijadikannya Sumbar sbg satu-satunya propinsi di barat Indonesia yang akan dijadikan ”gerbang masuknya wisata internasional”. Sumbar
    adalah satu  diantara 5 propinsi yang diunggulkan untuk pariwisata  di Tahun 2007.
  • Minggu 8 April 2007 telah ditetapkan sbg hari Peresmian & Peluncuran Perdana KA WISATA SUMBAR, khususnya jalur PADANG ke SAWAHLUNTO…!  Untuk selanjutnya dioperasikan secara reguler. Acara ini akan disiapkan sangat khusus dan cukup besar. Pak Gubernur akan mengundang bbrp Menteri untuk hadir meresmikan KA Wisata ini. Foto-Foto yang telah membangkitkan semangat menghidupkan KA Wisata ini dan foto-foto untuk menarik minat naik KA, diminta oleh Pak Gubernur untuk dipamerkan di Simpang Haru pada hari itu. Diharapkan ada acara2 penampilan Kesenian dll. yang akan dibicarakan terpisah nantinya.
  • Pemprov akan menyiapkan SK (Surat Keputusan) perihal diaktifkannya kembali jalur-jalur ini.
  • Tanggal 3 Januari 2007 Gubernur minta rapat koordinasi dengan Team fungsional terkait dan siap dengan proposal-proposal dan jumlah anggaran yang  diperlukan agar bisa dimasukkan ke APBD 2007 sebelum 15 Januari sbg batas akhir rancangan APBD. Termasuk langkah-langkah promosinya. Gubernur juga akan mengeluarkan SK untuk team fungsional yang terkait persiapan KA Wisata ini, sekaligus juga terkait persiapan Proyek KA Bandara nantinya.
  • Pemprov tanggal 15 Januari 2007 akan mengadakan rapat koordinasi dengan semua Pemkab dan Pemko yang daerahnya dilalui jalur KA Wisata ini. Untuk menyamakan persepsi dan rencana pembenahan obyek-obyek wisata di daerah yang akan dilalui.
  • Pemda Sumbar akan ikut membantu pengadaan perbaikan bantalan-bantalan rel (sktr 2000 buah) di bbrp jembatan KA antara Padang Panjang dan Sawahlunto, disamping didukung juga oleh PT KAI Pusat.
  • Pemda Sumbar bersama Pemkab/Pemko akan mendukung paket-paket wisata khusus buat semua sekolah-sekolah di Sumbar…! Dan ini akan merupakan program membangkitkan kecintaan thd KA.
  • Untuk Proyek KA Bandara, setelah melihat presentasi dari Dir Bangus PT KAI tsb, Gubernur memutuskan bahwa lahan untuk Rel ke Bandara ini akan disediakan oleh Pemda Sumbar. Dengan adanya KA Bandara, ”rating” MIA/BIM akan terdongkrak di mata dunia Internasional, khususnya untuk dunia pariwisata. Di seluruh dunia, rating Bandara dg KA berarti ketersediaan sarana transportasi yang lebih aman dan nyaman sampai ke pusat kota. Memang untuk 5 tahun pertama diperkirakan merugi, tetapi tidak untuk jangka panjang. Dan hitungan itu masih diluar ’multiplier effects’ yang ditimbulkannya. Mestinya kita sangat beruntung dengan adanya ”dorongan kuat” dari Direksi PT KAI dan ”sambutan cepat” Pemda Sumbar ini untuk merealisasikannya sesegeranya.
  • Terkait rencana Direksi PT KAI untuk mengoptimalkan berbagai aset-asetnya, Gubernur juga minta sama Direksi PT KAI untuk menyediakan fasilitas City Check-in dan lahan parkir yang aman (juga utk kendaraan menginap) di pusat kota seperti Simpang Haru, Muaro (?), dll. Disetiap stasiun diharapkan disediakan semacam ”los lambung” alias food courts dan fasilitas pendukung keramaian lainnya seperti toko-toko, mini market, dll. Sehingga fungsi stasiun tidak hanya sekedar tempat naik dan turunnya penumpang KA saja
    nantinya.

Disisi lain, ini bbrp keputusan dari Direksi PT KAI Jumat sore kemaren ini:

  1. Direksi PT KAI mendukung sepenuhnya pengaktifan KA di Sumbar sebagai sarana unggulan untuk sektor wisata. Sekaligus untuk dapat berfungsi dan berperan serta untuk meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah). Selanjutnya nanti secara bertahap diharapkan nanti diaktifkan juga untuk mendukung pengangkutan komoditas, batubara, penumpang (commuter), dll.
  2. Dukungan teknis dan dana perbaikan bantalan rel sampai ke Sawahlunto.
  3. Penambahan 3-4 gerbong untuk KA Wisata ini buat antisipasi jumlah peminat.
  4. Direksi PT KAI sekaligus memperkenalkan secara resmi Direktur Utama PT Railing Indonesia yang merupakan anak perusahaan PT KAI khusus untuk pembangunan KA Bandara. Beliau juga minta kemudahan-kemudahan perizinan dan fasilitas dari Pemda Sumbar terkait rencana pembangunan KA Bandara ini dan demi untuk masyarakat Sumbar juga.
  5. Tanggal1 Januari 2007, Direksi akan mengutus staf teknis ke Sumbar untuk berunding dengan Divisi Regional II untuk melihat danmendiskusikan rencana-rencana nyata apa saja yang perlu segera dibenahi untuk semua isu-isu diatas (KA Wisata dan KA Bandara).
  6. Direksi memerintahkan Kadivre II agar tanggal [b]3 Januari 2007 KA [/b]Wisata ini dijalankan ke Padang Panjang KHUSUS mengajak Ketua Bappeda Sumbar mencoba sekalian survey naik KA Wisata ini dan diteruskan naik mobil ke Solok untuk melihat dari dekat kondisi jalur-jalur rel yang akan dilalui
    nantinya. (bbrp angota MPKAS di Padang akan ikut dg rombongan kecil ini).

Bbrp isu yg perlu dicatat dari Kepala Divisi Regional II PT KA Sumbar adalah sbb:

  • Dukungan sepenuhnya dan kesiapan untuk KA Wisata.
  • Bahwa KA Sumbar sebetulnya sudah mulai melakukan persiapan-persiapan sebelumnya untuk KA Wisata sejak awal Tahun 2006 ini. Tetapi setelah MPKAS masuk dan terjun bersama, ternyata akselerasinya SANGATCEPAT & dirasakan sekali dampaknya. Sehingga bbrp bentuk kerja sama dengan pihak-pihak lain sebelumnya, dipending dulu.
  • Kadivre akan mengusahakan sebuah Loko kecil dari divisi lain untuk dipindahkan dan dioperasikan disepanjang Danau Singkarak – Solok. TetapiJanuari 2007 ini, akan segera diuji coba dulu dengan kelas LORI Wisata…!
  • Kadivre akan menyediakan sebuah ruangan Sekretariat MPKAS di Simpang Haru untuk koordinasi dan meeting point.
  • Untuk diketahui, Kereta Uap yang berasal dari Sumbar ini dahulunya, di Ambarawa kurang intensif digunakan. Karena 2 hal: dianggap terlalu BOROS krn powernya TERLALU BESAR utk topografi Ambarawa dan GIGI Loko tsb ’mubazir’ alias tidak digunakan disana krn ukurannya TIDAK COCOK…! Apakah masih bisa kita negosiasi untuk dibawa ke Sumbar agar lebih optimal penggunaannya? Masih perlu bbrp concerns tertentu dan lobby yang cukup panjang untuk itu.

Berikut bbrp ’catatan kecil’ yang bisa disampaikan juga, antara lain

  1. Saat pembukaan di ruang tamu Gubernuran tsb, Pak Gubernur sembari berkelakar mengatakan: ”Wah gema rencana pertemuan sore ini bukan main. Masak orang Jakarta dan Bandung saja sudah tahu kalau akan ada pertemuan sore ini di Gubernuran. Jangan-jangan Pemda Sumbar kalah gencarnya nih dibanding MPKAS.
  2. Salah satu yang semakin membuat Pak Gubernur sangat terkesan dengan KA adalah setelah beliau melihat bbrp foto-foto yang diambil dari KAyang merupakan bagian laporan komprehensif MPKAS yang disampaikan (oleh Ketua II, Kurnia) ke beliau sebelumnya. Kata beliau: ”Ternyata pemandangan alam yang dilihat dari kereta api sangat cantik. Hal ini tidak kita temui kalau kita naik mobil…!”.
  3. Salah satu foto yaitu KA Wisata sedang melintas di atas Jembatan Anai yang melengkung dan tinggi tsb diminta khusus oleh Pak Gubernur agar dicetak BESAR untuk dipasang diruang kerja beliau. Siap Pak…!
  4. Isu ”Pulang Basamo 2008” kita sampaikan juga pada kesempatan itu. Tetapi Kepala Dinas Pariwisata Sumbar minta agar jadwalnya dirubah ke bulan Juli. Saya janji akan menyampaikannya ke yang punya hajat di Amerika.
  5. Staf Pemda minta bbrp nama Pengurus dan Anggota MPKAS domisili di Padang yang bisa dihubungi dan sewaktu-waktu bisa dipanggil untuk rapat dengan Pemda Sumbar. Ada 4 nama (tidak menutup kemungkinan mengajak anggota yang lain) yang kemaren kita serahkan berikut dg nomor handphonnya: Sri Setyawati, Febri Yanti, Hersusatio dan Ephi Lintau.

Sekian catatan saya. Kurnia, Ephi Lintau, Tio, Ayu, Rahman, tolong ditambahkan dan dikoreksi sekiranya masih ada yang belum lengkap atau terlebih.

Talabiah takurang, mohon maaf sebelumnya. Semoga berkenan. Thanks.

Salam,
Nofrins St. Batuah
Sekjen MPKAS

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − 10 =