Pers Release MPKAS : KA dan PARIWISATA

Pada 21 Februari 2009 ini, atas permintaan PWI, Gubernur Sumbar dan Walikota Sawahlunto dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN), maka sekaligus akan diadakan juga Peresmian KA Wisata Loko Uap “Mak Itam” di Sawahlunto. Salah satu acara PWI adalah akan mengadakan Diskusi Pariwisata Sumbar di atas KA Wisata Loko Diesel dari Padang Panjang hingga Sawahlunto sembari melipir 19 Km sepanjang Danau Singkarak dengan bbrp Menteri (Menhub, Menbudpar, Menkominfo, Menperin), Gubernur, Para Bupati & Wako, PWI, ASITA, PHRI, MPKAS, dll. pada hari yang sama. Peresmian KA Wisata Loko Uap sorenya di Museum KA Sawahlunto dan resepsi HPN malam harinya. Agenda detilnya akan dikeluarkan oleh PWI setelah Kamis 12  Feb nanti.
Khusus untuk Peresmian KA Wisata Loko Uap Mak Itam ini, MPKAS mengusulkan tema “Back to 30s: Train Excitement…”. Sehingga semua undangan dan peserta acara ini pada tanggal 21 Februari 2009 tsb diharapkan dan disarankan berpakaian “jaman dulu”, ala jaman Siti Nurbaya, ala jaman Belanda, dsjnya. KAI Sumbar untuk karyawannya telah memesan 50 pasang seragam putih putih dengan topi dan sepatu putih ala karyawan KA jaman Belanda dulu. Untuk meramaikan dan sekaligus memanfaatkan momentum ini utk mendorong Promosi dan Sensasi Pariwisata Ranah Minangkabau, maka MPKAS bekerja sama dengan Garuda Indonesia, West-Sumatra.com dan bbrp Hotel di Padang, mengundang bbrp artis terkenal untuk hadir ke acara tersebut. Setidaknya artis-artis yang tertarik dengan Alam & Budaya Sumbar dan bersimpati thd inisiatif-inisiatif dan usaha-usaha yang dilakukan oleh MPKAS dan Pemda bersama PT KAI di Sumbar. Mereka yang telah memberikan konfirmasinya, a.l.:

         1. Slamet Rahardjo
         2. Christine Hakim
         3. Henidar Amroe
         4. Ratih Sanggar
         5. Ira Wibowo
         6. Katon Bagaskara
         7. Tasman Taher
         8. Olivia Zalianty
         9. Tina Astari

Sebetulnya juga masih ada bbrp lagi kawan-kawan yang tertarik ingin ikut membantu, tetapi kita khawatir belum tentu sanggup mengkoordinir semuanya. Mungkin setelah ini akan kita buat acara khusus tersendiri lagi nantinya. Kami atas nama MPKAS mengucapkan terima kasih atas dukungan semua kawan-kawan artis tsb. Semoga KAI, Pemda Sumbar dan semua stakeholders bisa mengambil momentum ini untuk publikasi Pariwisata Sumbar.

Terima kasih juga kepada Bpk Mochamad Hendrowijono, Wartawan Senior dan Ketua MKI (Masyarakat Keretapi Indonesia) yang bersedia hadir ke Sumbar untuk acara diatas. Juga kepada Bpk Johan Backir, Art Director MNC Group (RCTI, TPI & Global TV).

Dalam rangka membantu menghidupkan kembali KA dan mendorong Industri Pariwisata di Sumatera Barat, maka MPKAS (Masyarakat Peduli KA Sumbar), sebuah komunitas independen  non-profit yang didirikan pada 6 Sep. 2006 oleh Para Perantau Minang yang tergabung di Internet melalui milis RantauNet dengan anggota didalam dan luar negeri, menggulirkan Konsep KA Wisata Sumbar yaitu berwisata dengan KA yang dikemas dengan paket pelayanan khusus sedemikian rupa sehingga wisatawan bisa menikmati Keindahan Alam dan Kekayaan Budaya Sumbar melalui KA Wisata.

Untuk wisatawan kita harapkan bisa disediakan gerbong khusus dengan hiasan interior asesoris Minang, makanan & minuman local Minang, Pramugara & Pramugari berpakaian Minang, musik khas Minang, di bbrp stasiun disuguhkan tampilan Kesenian Minang, berhenti dan berfoto dilokasi-lokasi atau kota-kota tertentu untuk menikmati obyek-obyek wisata yang dipandu oleh pemandu wisata khusus, penyediaan cindera mata khusus, dll. Walaupun begitu, KAI Sumbar tetap kita harapkan menyediakan fasilitas dengan harga terjangkau untuk masyarakat luas atau rombongan dari sekolah-sekolah.

Pendekatan melalui KA Wisata ini merupalan langkah awal untuk mendorong revitalisasi aset triliunan KA di Sumbar yang sudah “tidur panjang” sktr 10 tahun lebih sejak menurunnya produksi Tambang Batubara di Sawahlunto. Padahal Sumbar memiliki 12 unit Loko Diesel Bergigi TERMAHAL di Indonesia yang katanya dibeli 20-30 tahun lalu sktr US$ 2 juta per unitnya…! Yaitu Loko BB-204 yang kadang disebut “Baby Benz” nya Loko Diesel. Amat disayangkan sekali jika asset Negara ini kalau tidak bisa kita manfaatkan untuk mendorong “MULTIPLIER EFFECTS” bagi berbagai sektor untuk meningkatkan PAD Sumbar.

Konsep KA Wisata ini diterima dan didukung penuh oleh Gubernur Sumbar yang lalu disampaikan ke Presiden SBY dan akhirnya juga ikut mendukung rencana ini. Sehingga akhirnya KA Wisata dicanangkan oleh Gubernur Sumbar sbg salah satu unggulan Pariwisata Sumbar. Begitu pentingnya, sehingga Gubernur pun  merasa perlu akhirnya mengeluarkan SK Task Force untuk aktifitas mendorong KA dan Pariwisata Sumbar ini dimana Ketum dan Sekjen MPKAS merupakan anggota yang dicantumkan disitu. Untuk PT KAI, ini merupakan pendekatan pertama di Indonesia yang bekerjasama dengan Komunitas Masyarakat dan Pemda disuatu propinsi. 

Dengan berbagai cara dan pedekatan, termasuk lobby-lobby ke berbagai pihak dicoba dilakukan oleh MPKAS. Termasuk kerjasama dengan IRPS (Indonesian Railways Preservation Indonesia). Lalu membangun jaringan sampai keluar negeri melalui perantau Minang lainnya. Kekuatan Fotografi merupakan andalan utama kita dalam mensosialisasikan niat dan konsep ini. Sehingga foto-foto bisa dipamerkan di KBRI Washington dan bbrp kota di Amerika Serikat oleh Perantau Minang disana. Begitu juga di KBRI Paris, Sydney, Melbourne, Singapore, dll. Kekuatan fotografi ini juga disalurkan melalui situs fotografi independen non-profit untuk mendukung promosi Pariwisata Sumbar, yaitu www.west-sumatra.com yang hampir setiap hari selalu ada foto-foto baru yang diposting disitu oleh anggota-anggotanya (koleksi fotonya sudah lebih dari 3000 buah). Bbrp bulan terakhir, portal komunitas Facebook juga merupakan salah satu sarana yang sangat bagus untuk mensosialisasikan program KA Wisata ini.

Yang tak kalah besar dampaknya adalah dukungan publikasi oleh kawan-kawan Media Cetak dan Elektronik hingga talk show di TV, Radio, dll. Metro TV akhir Januari 2008 sampai membuat ekspose tersendiri untuk acara OASIS tentang aktifitas MPKAS ini yang shootingnya dilakukan di Jakarta hingga menyusuri rel-rel dan stasiun-stasiun KA di Sumbar. Metro TV sampai memutar ulang berkali-kali acara ini. Judul yang mereka berikan: “Wasiat dari Rel mati…”.

Menghadap Bpk Soemino (Dirjen KA Dephub) Feb 2007 untuk dukungan thd KA Wisata.
Tetapi langkah besar awal yang dilakukan MPKAS dan ternyata akhirnya menjadi “milestone” penting adalah bersama Gubernur Sumbar menghadap Dirjen Perkeretaapian Dephub pada 27 Januari 2007. Sehingga pada 13 September 2008 lalu kita di Sumbar mendapat bantuan 5 unit Gerbong baru utk KA Wisata senilai Rp.18 milyar. Terakhir Sumbar dapat bantuan gerbong baru sktr 40 tahun lalu…! Setelah itu, bantuan bergulir begitu saja milyaran rupiah masuk ke Sumbar…Sktr 2 minggu setelah peresmian ini, Dephub memberikan bantuan untuk perbaikan Bantalan Rel dan Jembatan sebesar Rp.7 milyar. Pemprov Sumbar dengan persetujuan DPRD juga memberikan “hibah” Rp.500 juta utk perbaikan Bantalan Rel. Sehingga akhir Desember 2008, lintas Padang, Lembah Anai, Padang Panjang, Danau Singkarak, Solok hingga Sawahlunto sekarang TERBUKA LAGI yang sebelumnya sudah lebih dari 7 tahun tidak digunakan. Jembatan-jembatan didaerah Lembah Anai, kita minta agar dicat berwarna warni untuk memberikan daya tarik lebih bagi Industri Pariwisata Sumbar. Tahun 2009 ini, Dephub akan membantu lagi sktr Rp.50 milyar berupa 9 unit lagi gerbong baru termasuk 4 unit jenis KRDI. Kata Menhub pada saat peresmian 13 Sep 2008 tsb di Padang, didepan Gubernur, Dirut PT KAI, dll.: “Kami menghargai usaha-usaha dan dukungan Masyarakat bersama Pemda yang dilakukan thd KA di Sumbar…”.

Disisi lain, agar daya tarik wisatawan manca negara semakin tinggi untuk masuk melalui gerbang barat Indonesia, khususnya Sumbar, sekaligus untuk ikut serta berperan mendukung Visit Indonesia Year 2008 dan visit-visit selanjutnya, maka MPKAS ikut mengusahakan pemulangan Loko Uap E-1060 ex-Sumbar yang dulu dikirim ke Museum KA Ambarawa untuk diperbaiki agar sekarang bisa dikembalikan ke Sumbar melalui Museum KA Sawahlunto. Karena isu Loko Uap ini biasanya mempunyai magnitude yang cukup besar secara Internasional krn merupakan sesuatu yang sudah langka di dunia.

Dengan berbagai usaha dan lobby ke berbagai pihak sehingga mendapat dukungan positif, akhirnya Direksi PT KAI memberikan “lampu hijau” agar asset mereka tsb diperkenankan untuk dipindahkan lokasinya ke Museum KA Sawahlunto dimana Kota Sawahlunto berkat tangan dingin Walikotanya sudah dikenal sbg salah satu Kota Heritage Dunia saat ini. Biaya pemindahan dan perbaikan Loko Uap E-1060 ex-Sumbar ini sebesar Rp.300 juta sepenuhnya ditanggung oleh Pemko Sawahlunto. Krn sblm MPKAS berdiri, Pemko Sawahlunto sudah pernah mengusahakan hal yang sama sehingga lebih memudahkan kita meneruskan untuk mencari dukungan dan merealisasikannya. Sekarang Loko Uap yang lebih terkenal dipanggil sbg “Mak Itam” yang dibawa dengan mobil trailer khusus melalui darat tsb sudah berada di Sawahlunto sejak 15 Des 2008 lalu. Mak Itam ini telah kembali ke habitatnya di Sumbar sesuai saran bbrp kawan-kawan Pecinta KA (IRPS) pada Desember 2006 lalu ketika rombongan mereka berkunjung ke Sumbar. Dengan adanya Loko Uap sekarang di Sumbar, kita harapkan bisa jadi “madu” buat menarik Wisatawan Manca Negara masuk ke Indonesia melalui Propinsi Sumatera Barat.

Sesuai pesan dari Direksi PT KAI, MPKAS juga membantu mengusahakan sponsor untuk pengecatan bbrp gerbong lama dan Loko Uap agar tampil lebih kinclong. Juga untuk pengadaan 50 pasang seragam khusus karyawan KAI agar bisa tampil seperti karyawan KA jaman Belanda dulu, putih putih lengkap dengan sepatu dan topinya. Saat ini MPKAS sedang membantu masuknya sponsor-sponsor berikutnya untuk KAI Sumbar. Setidaknya agar bisa membantu mendukung biaya operasional KA di Sumbar dan agar KA Wisata tetap bisa “sustain” untuk mendukung Industri Pariwisata Sumbar. Dan secara perlahan untuk jangka panjang nanti akan masuk dan bergabung dengan Trans Sumatra Railways System, jaringan Rel KA dari Aceh hingga Lampung dan dengan harapan agar Pelabuhan Teluk Bayur bisa lebih hidup lagi sebagai gerbang laut terbesar di pantai barat Sumatera…

Berikut bbrp link di Facebook yg cukup terstruktur ceritanya:

KA Wisata Sumbar:

http://www.facebook.com/album.php?aid=67393&l=64aa0&id=666199046

Mak Itam Mau Pulang:

http://www.facebook.com/album.php?aid=72266&l=f595d&id=666199046

Mak Itam masuk Tol:

http://www.facebook.com/album.php?aid=72759&l=c7969&id=666199046

Mak Itam sudah di Sawahlunto:

http://www.facebook.com/album.php?aid=75335&l=cdeda&id=666199046

Walaupun  “hasil awal” yang telah kita capai ini masih sangat premature, tetapi disisi lain salah satu Multiplier Effects yang sangat kita harapkan adalah masuknya investasi-investasi baru ke Sumbar, khususnya disektor-sektor yang terkait dengan Industri Pariwisata. Termasuk manajemen Pariwisata yang lebih terintegrasi oleh semua stakeholders. Karena bagaimanapun juga, dengan Keindahan Alam dan Kekayaan Budaya Ranah Minangkabau, cepat atau lambat, insya allah Sumbar akan menjadi salah satu DESTINASI PARIWISATA TERBESAR berikutnya di Indonesia…!

Akhir kata, sebagai penutup kami sampaikan kembali ucapan Bpk. Gamawan Fauzi, Gubernur Sumbar: “Menikmati Pemandangan Alam dari atas KA Wisata, jauh lebih indah dibanding dengan naik mobil…”.

Atas perhatian dan dukungan semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu, kami haturkan terima kasih. Semoga Allah SWT memberi balasan yang setimpal atas segala kebaikan dan ketulusan anda semua. Dan tak lupa doa kami juga untuk Alm. Chaidir N. Latief sebagai inisiator lahirnya kepedulian terhadap KA di Sumbar hingga akhirnya terbentuk komunitas MPKAS ini. 

Semoga berkenan dan bermanfaat positif bagi berbagai pihak. Dan Ranah Minangkabau semakin dikenal keindahan alam dan keramahan penduduknya di Manca Negara. Amin ya rabbul alamin…

Ranah Minangkabau, rancak bana…!
 

Jakarta, 11 Februari 2009

Hormat kami,

Sekjen   : Nofrins Napilus (0811 918008)    

Ketua II : Kurnia Chalik (0817 193401)

Koord. MPKAS Padang : Yuhefizar (Ephi Lintau) 0812 6777956

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − 14 =