MPKAS Desak Pemprov Sumbar Tarik Loko Uap di Ambarawa

Padang, (ANTARA) – Masyarakat Peduli Kereta Api Sumbar (MPKAS), mendesak Pemerintah Sumbar, agar percepat permohonan menarik loko uap bekas milik Kereta Api Sumbar di Ambarawa, karena menikmati perjalanan wisata dengan kereta uap selain unik, wisatawan mancanegara bisa bernostalgia. “Wisatawan mancanegara bisa bernostalgia karena kereta uap tersebut beroperasi pada zaman kolonial Belanda,” kata Sekjen Masyarakat Peduli Kereta Api Sumbar (MPKAS), Yulnofrin Napilus, di Padang, Selasa.

Ia mengatakan itu terkait, tiga bulan terakhir secara lisan sudah ada ‘lampu hijau’ dan indikasi peluang dari salah satu pejabat tinggi PT. KAI untuk menarik kembali loko uap ex-Sumbar yang di Ambarawa dengan beberapa syarat atau jaminan. Satu jaminan di antaranya, agar Pemda Sumbar mengajukan surat permohonan ke Dirut PT. KAI. Tetapi kini, menurut Yulnofrin, kereta uap tersebut belum memberikan ‘tanda-tanda’ akan dibawa kembali ke Sumbar. ”

Padahal, jika pejabat Sumbar bisa menarik kembali loko uap tersebut dari Ambarawa, secara politis akan besar sekali dampak positif bagi dukungan perannya ke depan,” katanya. Loko uap itu mendesak di bawa ke Sumbar untuk segera dimanfaatkan terkait loko tersebut “giginya” tidak cocok di Ambarawa dan “powernya” terlalu besar untuk ukuran daerah Ambarawa yang cenderung lebih landai, dibanding naik gunung ke Padang Panjang. Ia mengatakan, loko uap itu dioperasikan kembali di Sumbar, justru diapungkan pertama kali dan sangat didukung 30 kawan-kawan “penggila” KA dari IRPS sejak Desember 2006, ketika mereka berkunjung ke Sumbar.

“Kuatnya keinginan agar Sumbar kembali mengoperasikan loko uap itu juga datang dari International Steamloco Association yang tadinya sudah menyatakan akan membawa rombongan pecinta kereta tua dari mancanegara ke Sumbar awal Agustus 2008,” katanya. Karenanya, pemprov Sumbar perlu segera membawa kembali loko uap itu sebab dalam rangkaian visit Indonesia year 2008, loko itu sensasinya akan jauh lebih dahsyat menarik wisatawan sehingga harus berada kembali di habitatnya di Sumbar.

Kendati kereta uap itu untuk penumpang umum dinilai mahal, tapi bagi wisatawan macanegara satu suguhan khusus, dan kereta uap diyakini cukup aman bagi turis yang menikmati perjalanannya, tambahnya.

Sumber : http://www.antarasumbar.com

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − 12 =