MPKAS bertemu dengan Anggota DPD/MPR RI Se-Sumatera

Alhamdulillah bersyukur kita kepada Allah SWT, dukungan demi dukungan sepertinya terus mengalir terhadap program2 yang diusung oleh MPKAS dalam rangka mendorong kemajuan dunia Perkereta Apian di tanah air, khususnya di Ranah Minang dan Pulau Sumatera.Kesuksesan MPKAS bersama2 dengan PT.KAI dan Pemprov Sumatera Barat dalam merevitalisasi Kereta Api di Sumatera Barat melalui Program KA Wisata dari tahun 2007 s/d 2009 kemarin, ternyata telah mendapat perhatian khusus dan menjadi suatu model yang sangat menarik bagi banyak pihak.

Rapat Kaukus Sumatera Rabu 19 Mei 2010, Jam 16:30 s/d 18:00

Alhamdulilah,kemarin Rabu sore, MPKAS (Saya dan Da Nofrin),bertemu langsung dan ikut rapat Kaukus Sumatera bersama dengan anggota DPD/MPR RI Se-Sumatera di Gedung MPR – DPR RI Jalan Gatot Subroto Jakarta,dalam rangka membahas Program Jaringan Kereta Api – Trans Sumatera Railway,yang merupakan salah satu program kerja nyata yang akan diusung oleh anggota DPD/MPR-RI se-Sumatera dalam program kerjanya lima tahun ke depan.

Program ini sangat sejalan dengan Program MPKAS sendiri, karena sebetulnya kita di MPKAS sendiri juga telah lama (sejak tahun 2006) telah mengusulkan dan mendorong realisasi dari Program Jaringan Kereta Api – Trans Sumatra Railway Program ini ke Pemprov Sumatera Barat dan PT.KAI serta DPRD Provinsi Sumatera Barat. Program Jaringan Kereta Api – Trans Sumatra Railway Program ini selalu kita angkat ke permukaan,di setiap kali  MPKAS mengikuti rapat dengan Pejabat terkait di lingkungan Pemprov Sumatera Barat (Ka.Bappeda dan Ka.Dinas Perhubungan),Jajaran Pejabat PT.KAI Divre II Sumatera Barat, serta dengan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari akhir tahun 2006 s/d awal2 tahun 2007.

Rapat Kaukus Sumatera yang dihadiri oleh MPKAS dan anggota2 DPD/MPR RI Se-Sumatera kemarin itu dipimpin langsung oleh Pak Parlindungan Purba,SH.,MM (Anggota DPD/MPR-RI asal Sumut) dan dihadiri tidak kurang dari 6 wakil DPD dari total 10 DPD Se-Sumatera.Anggota DPD asal Sumatera Barat yang hadir adalah Pak Riza Falepi,ST.,MT. Dan 4 anggota DPD lainnya yang hadir adalah anggota DPD Sumatera Selatan,Bengkulu,Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. Rapat ini juga sekaligus merupakan rapat awal dalam persiapan kunjungan kerja anggota2 DPD se-Sumatera ini ke 10 Provinsi di Sumatera yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2010 mendatang.

Pada rapat Kaukus Sumatera kemarin itu, (Da Nofrin dan saya ) diberi kesempatan untuk menceritakan sedikit sejarah berdirinya MPKAS pada 6 September 2006,apa yang telah dilakukan oleh MPKAS dalam rangka merevitalisasi Kereta Api di Sumatera Barat melalui Program KA Wisata, serta hasil2 apa saja yang telah dicapai selama ini, dan juga usulan program MPKAS selanjutnya,yang  salah satunya adalah mengaktifkan kembali KA Wisata rute Padang Panjang – Bukittinggi – Payakumbuh, setelah suksesnya kita meresmikan 4 KA Wisata lainnya yaitu KA Si Binuang,KA Dang Tuanku,KA Danau Singkarak dan MAK ITAM beberapa waktu yang lalu. Serta juga impian besar MPKAS yaitu menjadikan Kereta Api Wisata di Sumatera Barat menjadi bagian dari jaringan Kereta Api terintegrasi di P.Sumatera dari Provinsi Aceh s/d Provinsi Lampung melalui program Trans Sumatra Railway Program.

Dasar Pemikiran MPKAS

MPKAS melihat lambatnya kemajuan yang dicapai oleh P.Sumatera selama ini secara relatif bila dibandingkan dengan kemajuan yang dicapai oleh P.Jawa adalah karena tidak terkoneksinya dengan baik antar Provinsi2 di P.Sumatera ini,sehingga tidak terjadinya Sinergy seperti yang terjadi dengan Provinsi2 yang berada di P.Jawa.

Di Pulau Jawa dari Barat ke Timur (Provinsi Banten,DKI Jakarta,Jabar,Jateng dan Jatim), telah terkoneksi dengan baik oleh jaringan Kereta Api sehingga terbentuklah sinergy yang jauh lebih baik,dalam segala bidang dibanding P.Sumatera,terlebih khusus di bidang Ekonomi,Pendidikan dan kesehatan masyarakat. (Lebih rincinya dapat berupa sinergy dalam bidang perindustrian,perdagangan,jasa,transportasi,lapangan pekerjaan,supply energy dan bahan bakar, dsb.)

Padahal kita tahu P.Sumatera juga memiliki potensi yang sangat besar untuk maju sama seperti P.Jawa,karena SDA nya sangat melimpah sebetulnya.Sumatera punya segalanya, dari gas, minyak bumi, batubara, timah, karet, sawit, pariwisata, dsb, tetapi sayangnya belum terkoneksi dengan baik sehingga tidak adanya sinergy antar Provinsi2 yang punya potensi2 besar itu.Untuk itulah kita menginginkan adanya jaringan kereta api yang terintegrasi dari Aceh s/d Lampung yang akan menghubungkan antar Provinsi2 di P.Sumatera ,baik dengan sentra2 Ekonomi Perdagangan,Industri, pertambangan & Perminyakan dan Pelabuhan,sehingga nantinya terbentuklah sinergy yang kuat antar Provinsi2 di P.Sumatera ini.

Hukum Alam mengajarkan kita ……… Negatif x Negatif = Posistif;  Satu orang penakut + satu orang penakut = 2 orang berani….

Setelah mendengar penjelasan dari MPKAS ini, semua anggota2 DPD Se-Sumatera yang hadir saat rapat Kaukus Sumatera sore kemarin itu, begitu antusiasnya dan sangat mendukung realisasi program Jaringan Kereta Api – Trans Sumatra Railway Program ini, Alhamdulilah…..

Apalagi proyek jembatan Selat Sunda yang nantinya akan menghubungkan P.Jawa dengan P.Sumatera telah dicanangkan oleh Pak Presiden SBY sendiri,baru2 ini.Tentunya proyek besar Jembatan Selat Sunda ini memerlukan kesiapan sarana tranportasi penunjang lainnya, yang lancar dan bersifat massal di P.Sumatera sendiri.Dengan keberadaan Jaringan Kereta Api – Trans Sumatra Railway Program ini,diharapkan akan sangat bermanfaat dalam membantu dan manjamin kelancaran arus transportasi orang & barang yang akan begitu cepatnya masuk ke P.Sumatera dari P.Jawa nantinya.

MPKAS juga menginformasikan kepada anggota DPD/MPR-RI se-Sumatera ini, tidak tertutup kemungkinan,kereta Api yang akan kita gunakan nantinya untuk menunjang program Jaringan kereta Api –Trans Sumatra Railway Program ini InsyaAllah adalah Kereta Api cepat SINKANSEN dari Jepang.Karena kita tahu,di Jepang sendiri regenerasi Kereta Api terjadi begitu cepatnya.Sehingga setiap +/- 5 tahunan kereta api di Jepang di remajakan dengan kereta api yang baru.Sedangkan Kereta api yang lama,daripada dihancurkan menjadi besi tua, banyak diantara mereka di kirim ke negara2 sahabat Jepang lainnya untuk dapat tetap digunakan,termasuk ke Indonesia ini.

Sebagian besar KRL2 kita yang ada di Jabodetabek saat ini adalah kereta api ex-Jepang yang diberikan secara cuma2/gratis oleh Pemerintah Jepang kepada Pemerintah Indonesia,padahal kondisinya masih 90% bagus.Kita berharap mudah2an Sinkansen ex-Jepang,dapat pula nantinya kita bawa ke Indonesia untuk menunjang jaringan Kereta Api Trans Sumatera Railway Program ini…InsyaAllah…kalau Allah SWT meridhoi…

 foto2 cuplikan rapat Kaukus Sumatera yang dihadiri oleh MPKAS

image007
Dari kiri ke kanan – Bapak dari DPD Bengkulu,Pak Riza Falepi,Da Nofrin,Pak Parlindungan Purba, Kurnia Chalik dan Bapak dari DPD Sumatera Selatan.

Demikian sedikit informasi ter up to date dari kegiatan MPKAS (Saya dan Da Nofrin), semoga Allah SWT akan senantiasa meridhoi setiap usaha kita dalam rangka memajukan Ranah Minang, Kampuang Halaman kita yang tercinta,terlebih khusus program Revitalisasi Perekereta Apian di Sumatera Barat dan P.Sumatera umumnya,Amin Yarrabal’alamin.

Wasalam,

Yulnofrins Napilus & Kurnia Chalik  (MPKAS)

Berita di Koran Padeks :

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI akan menyurati Menteri Perhubungan untuk meminta penjelasan terkait rencana integrasi kereta api (Trans Sumatera Railways) dan Pelabuhan di Sumatera.

Dengan adanya Trans Sumatera Railways, maka semua jaringan kereta api dari Aceh hingga Lampung akan terkoneksi ke sentra ekonomi dan pelabuhan.

Hal itu terungkap dalam pertemuan DPD asal Sumatera yang tergabung dalam “DPD Kaukus Sumatera” dengan Masyarakat Peduli Kereta Api Sumbar, Rabu sore (19/5/2010) di gedung MPR/DPR RI Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Rapat dihadiri MPKAS dan 6 dari 10 anggota DPD/MPR RI asal Sumatera seperti Riza Falepi (Sumbar), Parlindungan Purba (Sumut), dan 4 anggota DPD dari Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau.

Rapat ini juga sekaligus merupakan rapat awal dalam persiapan kunjungan kerja anggota DPD se-Sumatera ke 10 Provinsi di Sumatera yang dijadwalkan pada Agustus mendatang.

Sekjen MPKAS Yulnofrins Napilus menyebutkan, pertemuan tersebut merupakan tindaklanjut dari pertemuan MPKAS sebelumnya dengan Ketua DPD RI Irman Gusman, Parlindungan Purba (DPD Sumut) dan Aziz (Sumsel) di Surabaya.

“Pak Irman ketika itu tertarik dengan paparan MPKAS tentang perkembangan kereta api di Sumbar dan konsep Trans Sumatera Railways. Lalu, dibahas lebih lanjut dalam pertemuan dengan DPD Kaukus Sumatera,” kata Yulnofrins.

Putra Solok Selatan itu lebih lanjut menambahkan, pada pertemuan itu MPKAS juga diminta ikut terlibat bersama DPD dalam diskusi-diskusi isu perkeretaapian di Sumatera.

Terkait rencana kunjungan serentak semua anggota DPD se-Sumatera ke semua provinsi yg akan berakhir di Sumbar sekitar awal Agustus, MPKAS menyarankan agar penutupan dengan Menhub dan Mendagri dilakukan dengan acara menaiki keretapi wisata melalui Danau Singkarak.

“Jika waktu memungkinkan hingga Sawahlunto sehingga mereka sekalian bisa mencoba Mak Itam. Walaupun hal ini belum dibicarakan dengan KAI, tapi kita harap PT KAI mendukung saran ini,” ujarnya.

DPD dalam pertemuan itu juga berharap agar adanya komunitas-komunitas seperti MPKAS di provinsi-provinsi lain di Indonesia, agar terjadi sinergi dengan berbagai pihak untuk bersama mendukung terwujudkan Trans Sumatera Railways.

Program jaringan Kereta Api-Trans Sumatera Railway merupakan salah satu program kerja yang akan diusung anggota DPD/MPR RI se-Sumatera dalam lima tahun ke depan.

Program tersebut, kata Yulnofrins, sangat sejalan dengan program MPKAS. “Karena kita sendiri (MPKAS) sebetulnya sejak tahun 2006 telah mengusulkan dan mendorong realisasi dari program itu ke Pemprov dan DPRD Sumbar serta PT KAI,” jelasnya.

Diceritakan Yulnofrins, jaringan Kereta Api-Trans Sumatera Railway sangat diperlukan untuk mempercepat kemajuan pulau Sumatera yang selama ini, relatif lambat bila dibandingkan dengan Pulau Jawa.

Salah satu penyebabnya, karena tidak terkoneksinya dengan baik antarprovinsi-provinsi di Sumatera sehingga tidak terjadinya sinergi seperti yang terjadi antarprovinsi di pulau Jawa.

Padahal Sumatera juga memiliki potensi sangat besar untuk maju seperti Pulau Jawa, karena sumber daya alamnya sangat melimpah. Sumatera punya segalanya, mulai dari gas, minyak bumi, batubara, timah, karet, sawit, hingga pariwisata.

Di pulau Jawa dari Barat ke Timur (Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng dan Jatim), kata Yulnofrins, telah terkoneksi dengan baik jaringan kereta api sehingga terbentuklah sinergi jauh lebih baik dalam segala bidang, khususnya bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan masyarakat. “Seperti bidang perindustrian, perdagangan, jasa, transportasi, lapangan pekerjaan, suplai energi dan lainnya,” urainya.

Untuk itu, MPKAS mengajukan perlu adanya jaringan kereta api dari Aceh sampai Lampung yang akan menghubungkan antarprovinsi di Sumatera, ke sentra-sentra ekonomi perdagangan, industri, pertambangan dan perminyakan serta pelabuhan dan pariwisata.

“Dengan begitu, kami yakin akan terbentuk sinergi yang kuat antarprovinsi di Sumatera, dan pulau Sumatera akan cepat maju,” tukas Yulnofrins yang bersama MPKAS menggagas lahirnya KA Wisata di Sumbar.(*)

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − two =