Moda Railbus; Aman, Nyaman dan Cepat

Tidak lama lagi warga Sumbar akan menikmati transportasi cepat, aman, dan nyaman. Sarana transportasi massal yang juga bisa mengurangi kemacetan itu adalah railbus. Moda angkutan bus di atas rel kereta api itu, melayani rute Padang-Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

rail-bus

Setelah diperjuangkan sejak tahun 2007, satu set railbus tiba di Padang Minggu (30/12) lalu dari Pelabuhan Tanjung Pe­rak. Kereta api buatan PT Industri Kereta Api Madiun, Jawa Timur berkapasitas 150 tempat duduk itu, kemudian dibawa ke Stasiun Kereta Api Simpangharu Padang.

Karena pengerjaan relnya belum selesai,  opera­sionalrailbus belum bisa melayani rute ke BIM, tapi ke Kota Pariaman.

Diperkirakan, operasional ke BIM terealisasi awal 2014 men­datang, melintasi 9 stasiun pemberhentian (halte); enam stasiun di Padang dan tiga sta­siun di Padangpariaman.

Railbus bantuan Kemen­terian Perhubungan menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang cepat, nyaman dan bebas macet.

Satu set railbus terdiri dari tiga rangkai. Rangkaian di depan dan di belakang menyatu de­ngan kabin masinis. Kereta ini mempunyai kabin masinis di depan dan belakang.

Kele­bi­han railbus tidak perlu berbalik arah jika sudah sam­pai ke tujuan karena bagian depan dan belakangnya berfung­si sebagai peng­gerak. Railbus ini baru ada di tiga daerah Indonesia; Palembang, Solo dan Padang. Sembari menunggu rel menuju BIM selesai, railbus dimanfaatkan untuk rute Pa­dang-Pariaman.

Desain interior kereta de­ngan kecepatan 100 km/jam ini tergolong mewah karena di­lengkapi sistem otomatis, ber-AC, kursi penumpang dari fiber dan busa.

Kereta berkapasitas 150 penumpang ini, memiliki 78 kursi. Gerbong tengah 24 kursi, gerbong depan 26 dan gerbong belakang 28 kursi. Bagi penum­pang yang berdiri dilengkapi pegangan untuk bergantung.

Selain cepat dan nyaman, railbus juga aman bagi penum­pang karena memiliki jalur evakuasi jika terjadi kecelakaan.

Railbus sepanjang 40 meter ini menggunakan mesin diesel dengan bahan bakar solar, jauh le­bih irit dari kereta api di Sum­bar, seperti mak itam. Kereta yang terdiri dari tiga gerbong ini memiliki panjang satu gerbong­nya kurang lebih 13 meter.

Mengingat rel di Sumbar berukuran kecil, maka railbus hanya mampu melaju 45 km/jam. Jika ukuran rel besar, railbus dapat melaju dengan ke­cepatan 100 km/jam.

Railbus itu kini diparkir di kompleks PT KAI Divre II Sum­bar, Simpangharu. Railbus ber­warna putih dan bergambar ru­mah gadang di bagian samping.

Padang Ekspres mendapat kesempatan mencoba menaiki railbus. Interior yang nyaman dan di lengkapi dengan AC membuat kereta ini menjadi pilihan yang pas untuk trans­portasi Sumbar. Ketika ber­gerak, tidak terasa getaran. Pintu dan tangga masuk kereta juga otomatis.

Saat ini, tarif railbus belum ditetapkan Dinas Perhubungan (Dishub). “Nanti dibicarakan dulu dengan Dishub,” ujar Asis­ten Manager Humasda PT KAI Divre II Sumbar, Dasril.

Menurut Dasril, railbus akan dioperasikan sebagai trans­portasi ke BIM pada ta­hun 2014, setelah pengerjaan jalur rel Padang-BIM selesai. “Kasihan masyarakat sering terlambat ke bandara karena terjebak macet,” ujarnya.

Karena masih tergolong baru, tidak semua masinis dapat mengoperasikannya. Oleh ka­rena itu, menurut Das­ril, masinis perlu di berikan pelatihan. “Saat ini masih ada pelatihan bagi masinis untuk pengenalan mesin lebih dalam lagi,” kata Dasril. (cr3)

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve − 10 =