Menteri Sosial Resmikan Stasiun Radio Gempa Padang Panjang

TEMPO Interaktif, Padang Panjang:Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah meresmikan stasiun radio PCA 107,8 FM bantuan Radio Nederland untuk pendidikan gempa dan bencana alam lainnya di kompleks SMA Negeri 1 Padang Panjang, Sumatera Barat, Kamis (6/3).

Dalam acara yang juga dihadiri Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Mr. Nicolaos van Dam itu, Bachtiar mengatakan fungsi radio tidak hanya hiburan, tetapi juga bisa untuk pendidikan gempa dan bencana alam lainnya bagi masyarakat di daerah rawan bencana.

“Saya senang karena stasiun radio ini diletakkan di SMAN Padang Panjang, karena kita bisa mendidik anak-anak mengenal bencana alam, karena Sumatera Barat terletak di daerah bencana,” ujarnya.

Stasiun Radio FM berkekuatan 1.000 watt yang terpaket dalam sebuah kontainer senilai Rp 1 miliar tersebut memfokuskan siaran pada pendidikan mitigasi gempa dan bencana alam kepada masyarakat.

Paket radio ini sebelumnya sudah dioperasikan di Nanggroe Aceh Darussalam untuk pemulihan dampak tsunami Desember 2004. Paket ini kemudian dialihkan ke Padang Panjang setelah gempa di daerah itu Maret 2007 berkat bantuan Imam Prasodjo dari Yayasan Nurani Dunia dan pengurus Masyarakat Peduli Pariwisata Sumatera Barat (MAPPAS) dan Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatera Barat (MPKAS).

Nofrins Napilus, Direktur Eksekutif Radio PCA 107,8 FM, mengatakan pemancar dan kontainer 20 kaki berisi stasiun radio ini sampai di Padang Panjang sejak 2 Oktober 2007 dan sudah beberapa kali dilakukan uji coba siaran.

Stasiun canggih ini memiliki peralatan terprogram dan terkomputerisasi. Untuk siaran langsung dan rekaman bisa dilakukan dengan sangat mudah. Bahkan radio bisa mengudara selama beberapa hari tanpa operator dengan hanya komputer yang mengoperasikan program-programnya.

Padang Panjang dipilih selain karena daerah dilalui patahan Sumatera tersebut rawan gempa, juga karena di sana terletak pusat pencatat gempa Sumatera Barat milik Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG).

“Radio ini melakukan kerja sama dengan BMG untuk menginformasikan gempa dan pendidikan mitigasi agar masyarakat lebih paham dan siap menghadapi bencana sehingga bisa menurunkan risiko bencana,” katanya.

Namun, tambah Nofrins, supaya manfaatnya lebih luas lagi, nanti akan didukung program lain seperti pendidikan, agama, budaya, kesenian, pariwisata, dan kereta api wisata, di samping memberikan kesempatan kepada pelajar untuk berlatih menjadi jurnalis radio dan penyiar berita.

Febrianti

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × one =