Lokomotif Uap Dipulangkan ke Sawahlunto

TEMPO Interaktif, Padang: Sore ini lokomotif uap tipe E1060 yang sudah lama melayani para wisatawan di Museum Kereta Api Ambarawa, Jawa Tengah, akan dibawa ke Sawahlunto, Sumatera Barat. Lokomotif uap itu direncanakan akan melayani pariwisata di Sawahlunto.

 Sempat tersebar isu pemulangan lokomotif uap ini akan ditentang pencinta lokomotif uap di Jawa Tengah, namun hingga siang ini tidak ada aksi demo di Stasiun Ambarawa .

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sawahlunto Tun Huseno, Rabu (3/12), mengatakan pemuatan lokomotif uap berjalan mulus tanpa ada kendala. Lokomotif uap ini direncanakan akan sampai di Sawahlunto 10 Desember mendatang. Seluruh biaya pengangkutan ditanggung Pemerintah Kota Sawahlunto sebesar Rp 300 juta.

“Tidak ada demo, dan sekarang pemuatannya ke trailer sudah mencapai 85 persen, sore ini sudah bsa dibawa lewat jalan darat, ini bukan pengalihan aset, karena tetap aset PT KAI. Ini hanya pemindahan tempat saja,” kata Tun Heseno.

Lokomotif uap ini sebelumnya berasal dari Sumatera Barat dibuat oleh Esslingen, Jerman, yang dibawa ke Ambarawa saat produksi penambangan batubara di Sawahlunto mulai berkurang.

Beberapa waktu lalu Pemerintah Kota Sawahlunto dan Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatera Barat (MPKAS) meminta pada Menteri Perhubungan untuk memulangkan lokomotif uap itu untuk kepentingan pariwisata dan disetujui Menteri serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Untuk tahap awal kereta api akan dioperasionalkan untuk rute Sawahlunto-Muara Kalaban yang akan melewati terowongan sepanjang 900 meter. Terowongan bekas kereta tambang ini dinamakan lubang kalam. Pada 2009 rute akan ditambah ke desa wisata Silungkang karena di tempat itu akan dibuat museum tenun Silungkang.

makitam3

Saat ini PT Kereta Api sedang memperbaiki bantalan rel kereta api untuk jalur sepanjang 14 kilometer dari Sawahlunto-Silungkang. Jalur ini akan menjadi jalur wisata yang menggunakan lokomotif uap.

Wali Kota Sawahlunto Amran Nur menyambut gembira pemulangan lokomotif uap ini. Ia mengatakan kereta api uap ini akan menjadi ikon pariwisata di Sawahlunto karena akan melengkapi wisata tambang dan wisata kota tua di Sawahlunto.

“Akan kita buat perjalanan dengan loko uap ini melewati terowongan bekas tambang yang tak terlupakan oleh turis, muka mereka akan penuh jelaga uap saat keluar, ini sensasi yang dicari turis asing,” kata Amran Nur.

Pemerintah Kota Sawahlunto berencana menjadikan loko uap ini paket wisata eksklusif dengan harga Rp 3 juta satu trip. Gerbong kereta dari kayu yang mirip gerbong koboi yang ada di museum kereta api Sawahlunto akan digunakan untuk menunjang kereta uap kuno ini.

FEBRIANTI

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × three =