Loko Uap E1060 Dibuat Hanya 5 di Dunia

PADANG–Lokomotif Uap E1060 yang baru saja dipulangkan ke Sawahlunto dari Ambarawa ternyata “limited edition” atau dibuat terbatas dan hanya ada 5 di dunia.

2
Rel Bergerigi

 

Riri Chaidir, pencinta Kereta Api dan anggota MPKAS (Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatera Barat) menulis segala keunikan loko uap “Mak Itam” ini dan millist Kereta Api, diantaranya:

Mak Itam yang bernomor E1060 ini merupakan “limited edition” hanya dibuat 5 buah yaitu E1056 s/d E1060 khusus untuk Sumatera Barat.(Sebelumnya, tahun 1964 ada 4 buah, E1051-E1054; tahun 1967 ada 7 lagi, tapi itu buatan Jepang.

“Limited edition” ini kemudian terbukti bahwa roda gigi (rack) nya tidak bisa difungsikan di sekitar Ambarawa – yang ukuran rack nya berbeda. Huruf E dalam pengklasifikasian kereta di Jerman menunjukkan bahwa dia memiliki 5 sumbu roda penggerak (artinya 10 roda utama).

makitam
Mak Itam : E 1060

 

Dalam sistem Whyte Notation, Mak Itam ini termasuk dalam klasifikasi 0-10-0RT. 0-10-0 berarti punya 10 roda penggerak, tanpa roda depan atau ekor. T berarti punya tangki, yang menunjukkan ini adalah kereta uap. Tentang kode R, ini merupakan keunikan lainnya. Ada 2 macam penggunaan kode R, yang pertama Reversed – artinya lok ini bisa bergerak ke dua arah maju atau mundur dengan kekuatan dan kecepatan yang sama. Yang kedua, R juga berarti Rack – artinya ini untuk kereta yang berjalan di rel bergigi.

Nah untuk Mak Itam ini R ini berarti kedua-duanya. Teknologi 0-10-0 ini sebetulnya kurang populer. Mulai diperkenalkan tahun 1905 oleh New York Central, teknologi 0-10-0 dianggap tidak bisa berjalan cepat dan bukan “jago tikungan”; sehingga lebih cocok digunakan untuk pegunungan, kereta langsir, atau kebutuhan perjalanan dengan kecepatan rendah lainnya, jadi masinis Mak Itam nggak boleh ngebut.

Setelah variannya 0-10-2 dan 2-10-2 yang memiliki roda depan dan roda ekor, loko 0-10-0 ini sangat jarang dibuat. Amerika meninggalkannya tahun 1950an, Eropa Barat terakhir membuat Mak Itam itu, berikutnya masih ada di Jepang dan Rusia. Selain Mak Itam, di kelas 0-10-0 ini ada lagi yang unik, yaitu “mammoth”, yang dimiliki Duluth, Missabe & Northern’s. Disebut mammoth karena memang besar dan berat, 352,000 pounds (176 ton), bandingkan dengan Mak Itam yang beratnya 40an ton. Dengan segala keunikannya ini, loko uap ini akan ini akan menarik perhatian penggemar keretaapi mancanegara. (y)

Sumber : padangkini.com

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − one =