Berwisata dengan Kereta Api

“Naik kereta api tut tut tuuut…
Siapa hendak turuuut…
Ke Pariaman dan Padang Panjang…
Bolehlah naik dengan percuma…
Ayo kawanku lekas naik,
Keretaku tak berhenti lama.”

Begitulah bait  lagu yang dahulu cukup terkenal tentang kereta api.   Sumatra Barat merupakan salah satu propinsi yang cukup kaya dengan lingkaran rel kereta api yang melewati daerah-daerah  kaya akan sisi wisatanya. Misalnya saja, jika  naik kereta api dari Padang ke Pariaman, maka kita disuguhkan dengan pemandangan alam dan pantai yang asri.  Jika diteruskan ke Padang Panjang, maka disuguhkan dengan pemandangan yang lebih eksotis lagi dan tepat di depannya melewati lembah anai yang sangat indah untuk dinikmati oleh mata.

cropped-header.jpg

 

Pemandangan alam seperti ini tidak akan di jumpai di tempat lain. Sungguh ini merupakan suatu kekayaan yang mesti kita banggakan dan kita lestarikan.Jika kereta api ini diaktifkan hingga ke Bukittinggi, Solok, Sawahlunto, maka kita akan melihat betapa indahnya kekakayaan alam Sumbar dengan kekayaan objek wisata yang dapat dilihat langsung dari atas kereta api.

Mungkin sebagian kita belum tahu, bahwa sepanjang pinggir Danau Singkarak dilalui oleh rel kereta api.Begitu besarnya potensi wisata yang dapat dibanggakan jika kereta api wisata ini dapat aktif sampai ke Sawahlunto. Namun sayang, saat ini baru aktif rute Padang – Padang Pariaman, dan rute Padang – Padang Panjang yang diaktifkan kalau ada permintaan khusus saja.

Munculnya Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatera Barat (MPKAS).

Mengingat begitu besarnya potensi wisata yang dapat dikembangkan jika kereta api wisata ini aktif hingga ke Sawahlunto, maka lahirlah organisasi non profit yang berawal dari milis dan chatting di internet oleh para perantau minang yang ada di dunia yang diberi nama Masyarakat Peduli Kereta Api Sumbar. Organisasi yang  resmi lahir pada tanggal 6 september 2006 ini telah memberikan kontribusi nyata bagi terangkatnya kembali citra perkeretaapian di Sumbar, diantaranya :

  • MPKAS telah Melakukan kunjungan pertama ke Sumbar dari tanggal 13 s/d 18 September 2006. Ke Balai Yasa Simpang Haru Padang, Mencoba Simulasi Kereta Wisata Pariaman – Padang, dan mengunjungi Museum Kereta Api di Sawahlunto
  • MPKAS telah melakukan uji coba Kereta Api Wisatajalur Padang-Padang Panjang-Singkarak-Solok-Sawahlunto
  • Melakukan promosi Kereta Api wisata ini melalui website yang dibuat dan di administratori oleh  MPKAS yaitu:    http://www.mpkas.org. Website ini dapat diakses oleh masyarakat seluruh dunia, khususnya para perantau Minang yang rindu Kampung halamannya,serta tentunya para wisatawan, baik domestik maupun manca negara.
  • Anggota dan simpatisan MPKAS yang berasal dari kalangan pers,baik mass media cetak maupun elektronik, turut mempromosikan Kereta Api Wisata Sumbar ini.
  • Dibukanya secara resmi oleh Gubernur Sumbar Kereta Api Wisata si Binuang Padang – Pariaman pada tanggal 15 Februari 2007.
  • Dibukanya untuk umum Gerbong Kepresidenan oleh PT. KAI pada pertengahan Januari 2008.Namun, perlu juga kita sadari bahwa, mengaktifkan kereta api ini, tidak saja akan menaikan prospek wisata di Sumbar, tapi juga berarti bahwa kita telah menyelamatkan triliunan aset yang tidak termanfaatkan dengan baik saat ini.

Faktanya bahwa Sumbar (Ranah minang) mempunyai potensi keindahan alam yang luar biasa dan objek-objek wisata alam yang indah tersebut secara tidak kita sadari terdapat di sepanjang jalur kereta Api. Semua kegiatan di atas dapat terlaksana dengan baik, tidak terlepas dari dukungan penuh dari Pemprov Sumbar, Pemkab/kota yang wilayahnya di lalui oleh rel kereta api.

Semoga semua upaya mampu menimbulkan citra positif dan aktifnya kembali ”Mak Itam” sampai ke Sawahlunto, sebagai salah satu media wisata  dalam rangka menyambut Visit Indonesia Year 2008, disamping itu juga menyambut Pulang Basamo Perantau Minang se-Dunia pertengahan tahun ini.

Narasi dan foto: Yuhefizar (Anggota Masyarakat Peduli Kereta Api Sumbar)

(Koran Singgalang Minggu)

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − 14 =